Sunday, June 14, 2015

Novellis Wanita Indonesia

10 Penulis Wanita Terbaik Indonesia

By Digishelf 

Penulis wanita memberikan warna tersendiri dalam perjalanan sastra Indonesia. Dalam setiap periodesasi sastra, karya penulis wanita selalu menonjol di antara tulisan-tulisan maskulin sastrawan pria. Dimulai dari Kartini lewat kumpulan suratnya, hingga Ayu Utami dengan sastra wanginya. Berikut ini adalah 10 penulis wanita Indonesia yang berhasil memperkaya khazanah sastra tanah air:

Nh. Dini

Pada periode sastra Indonesia angkatan 1950 – 1960an, nama Nh. Dini “terselip” di antara nama sastrawan pria seperti Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, dan W.S Rendra. Karya pertama Nh. Dini adalah kumpulan cerpen berjudul “Dua Dunia” terbitan tahun 1950. Novel tersebut menjadi perbincangan pada masanya. Saat itu para kritikus sastra menganggap karya Nh. Dini terlalu pop sehingga tidak memiliki nilai sastra yang berbobot. Meskipun demikian, penulis kelahiran Semarang, 26 Februari 1936 itu tetap berkarya lewat cerpen, novelet, atau biografi. Karya-karya yang tak pernah berhenti tersebut menjadikan nama Nh. Dini tetap eksis di angkatan sastra ’70 dan ‘80an. Lewat cerita-ceritanya, Nh. Dini seringkali menyuarakan feminisme dan kesetaraan gender. Atas kerja kerasnya, Nh. Dini kemudian meraih penghargaan SEA Write Award di bidang sastra dari Pemerintah Thailand.

 

Toety Heraty

Toety Heraty dikenal dengan berbagai predikat. Mulai dari pengelola galeri seni, guru besar fisafat, penulis puisi, penulis esai, hingga wanita pengusaha. Di era 70-an, nama Toety Heraty bergaung sebagai penyair wanita yang unik. Ia dianggap “berdiri sendiri” tanpa mengikuti arus. Toety Heraty pernah mengenyam pendidikan tinggi di bidang kedokteran, filsafat, dan psikologi sehingga sajak-sajaknya terasa kaya akan nuansa filsafat dan feminisme. Melalui karyanya, wanita kelahiran Bandung 81 tahun silam tersebut turut memberi pengaruh dalam pembentukan jati diri wanita modern Indonesia.

Marga T

Kemunculan Marga T di era 70an membawa angin segar dalam dunia sastra Indonesia. Kerinduan masyarakat akan bacaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari terpuaskan dengan novel  manis berjudul “Karmila”. Kesuksesan "Karmila" diikuti dengan novel “Badai Pasti Berlalu” yang kemudian diangkat ke layar lebar dan memenangkan Piala Citra. Dengan gaya bercerita yang ringan dan lincah, Marga T menjadi salah satu penulis terbaik untuk genrehiburan sehat. Sebagai penulis, Marga T sangat disiplin. Ia bisa mengarang selama empat sampai lima jam dalam sehari. Di sela-sela waktunya ia gemar membaca apa saja. “Masyarakat berhak memilih bacaan yang disukainya, tapi penulis tidak. Ia harus membaca tulisan siapa pun”, ujarnya. Selain novel-novel dengan tema percintaan. Marga T juga terjun ke dunia bacaan anak lewat “Rumahku adalah Istanaku”.

 

Mira W

Kebangkitan penulis wanita Indonesia di era 1980-1990an sangat identik dengan nama Mira W. Penulis yang menyelesaikan pendidikannya di Fakultas Kedokteran Trisakti ini mulai menulis sejak tahun 1975. Cerpen-cerpennya banyak dimuat di majalah-majalah ibukota seperti Femina, Kartini, Dewi, dan lain-lain. Novel pertama Mira W mula-mula dimuat sebagai cerber berjudul "Dokter Nona Friska" di majalah Dewi. Cerita tersebut kemudian dibukukan dengan judul "Kemilau Kemuning Senja" dan pernah difilmkan dengan judul yang sama. Novelnya keduanya yang berjudul “Sepolos Cinta Dini”, juga pernah dimuat sebagai cerber di harian Kompas tahun 1978, kemudian dibukukan oleh Gramedia. Istimewanya, hampir semua novelnya sudah difilmkan dan disinetronkan.

Dorothea Rosa Herliany

Sosok penyair wanita yang akrab dipanggil Rosa ini berhasil mengukuhkan namanya sebagai salah satu penulis wanita terbaik Indonesia. Sejak tamat dari jurusan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Sanata Dharma, Yogyakarta, Rosa memilih untuk menulis dan berkesenian. Sajak-sajak Dorothea Rosa Herliany sarat dengan penentangannya terhadap pandangan-pandangan umum masyarakat Indonesia. Melalui sajak-sajaknya yang matang, penyair kelahiran Magelang, 20 Oktober 1963 ini menciptakan sebuah pandangan lain tentang perempuan, pernikahan, dan kematian yang berseberangan dengan stereotip yang ada. Pada 1990 Rosa mengikuti Pertemuan Sastrawan Muda ASEAN  di Filipina. Kemudian di tahun 1995 Rosa mengikuti Festival Penyair Internasional di Belanda. Saat ini tak terhitung jumlah acara sastra internasional yang pernah ia hadiri sebagai pembicara. Pendiri Forum Ritus Kata ini juga kerap diundang untuk menjadi dosen tamu di berbagai belahan dunia.

Ayu Utami

Pada tahun 1998, Ayu Utami menerbitkan novel berjudul "Saman". Buku tersebut memberi gebrakan  dalam dunia sastra Indonesia. Popularitas "Saman" semakin melambung setelah memenangkan juara pertama sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta. Berkat "Saman" pula, Ayu Utami meraih penghargaan Prince Claus Award. Tulisan-tulisan Ayu Utami yang provokatif memicu lahirnya istilah sastra wangiSastra wangi sendiri adalah sastra yang bebas, terbuka, penuh dengan ekspresi pengarang dan mengangkat hal-hal tabu seperti politik dan seksualitas.

Laksmi Pamuntjak

Wanita berdarah Minangkabau ini mendapat bakat menulis dari kakeknya, Kasuma Sutan Pamuntjak, yang merupakan redaktur Balai Pustaka. Laksmi Pamuntjak mengawali karier menulisnya dengan membuat buku sekaligus peta wisata kuliner berjudul "The Jakarta Food Guide". Berbekal wawasan yang luas, Laksmi Pamuntjak juga aktif menulis artikel seputar politik, biografi, film, musik klasik, hingga sastra untuk majalah Tempo. Kumpulan puisi pertama Laksmi Pamuntjak yang berjudul "Ellipsis" terpilih menjadi salah satu Books of the Year harian Inggris Herald UK tahun 2005. Penghargaan ini menjadikan Laksmi Pamuntjak sebagai penulis Indonesia pertama yang karyanya dinobatkan sebagai salah satu buku terpilih di Eropa.

 

Dewi Lestari

Dewi Lestari yang menggunakan nama pena “Dee”  meluncurkan jilid pertama Supernova pada tahun 2001. Dalam sejarah sastra Indonesia, tidak ada buku yang mendapat sorotan sebanyak Supernova. Hampir seluruh radio, televisi, dan surat kabar memperbincangkan buku ini. Pembahasannya pun beragam, mulai dari resensi hingga proses kreatif Dewi Lestari dalam menulis Supernova. Guru besar filasafat Indonesia, Ignatius Bambang Sugiharto menilai Supernova sebagai sebuah petualangan intelektual yang menerabas segala sekat disipliner; semacam perselingkuhan visioner yang mempesona antara fisika, psikologi, religi, mitos, dan fiksi. Selain Supernova yang bergenre fiksi sains, Dewi Lestari juga menyajikan karya-karya lain yang lebih ringan berupa Filosofi Kopi, Madre, dan Perahu Kertas.

Helvy Tiana Rosa

Helvy Tiana Rosa telah menulis ratusan karya berupa buku, cerpen, novel, kritik sastra, dan naskah drama. Helvy juga telah mewakili Indonesia dalam event-event sastra baik di dalam maupun luar negeri. Kini beberapa karyanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa  Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Jepang, dan Swedia. Cerpennya yang berjudul “Jaring-Jaring Merah” terpilih dalam 10 cerpen terpenting sepanjang dekade 1990-2000 versi majalah Horison. Helvy Tiana Rosa bersama Asma Nadia dan Maimon Herawati kemudian mendirikan Forum Lingkar Pena, sebuah yayasan yang memberi jembatan kepada penulis-penulis muda untuk berkarya dan menerbitkan buku. Berkat tulisan-tulisannya yang inspiratif dan bernuansa Islami, Helvy dianggap sebagai tokoh yang membangkitkan sastra kontemporer Islami di Indonesia.

Alberthiene Endah

Alberthiene Endah adalah seorang jurnalis, novelis, dan penulis biografi. Alberthiene Endah mengawali kariernya sebagai jurnalis pada tahun 1993. Tahun 2002, ia beralih menjadi penulis biografi. Sederet nama-nama terkenal seperti Krisdayanti, Anne Avantie, Titiek Puspa, Chrisye, Ani Yudhoyono, sampai Joko Widodo telah ia tuliskan biografinya. Setelah buku-buku biografi yang ia tulis laris di pasaran, Alberthiene Endah disebut-sebut sebagai penulis biografi paling dicari di Indonesia.
Munculnya sastrawan perempuan dalam ranah kesusastraan Indonesia sepuluh tahun belakangan, menjadi fenomena yang kerap diperbincangkan. Penulis perempuan, baik pemain baru atau lama, tak henti-hentinya berkarya. Melihat perkembangan ini, tak berlebihan jika Sapardi Djoko Damono dalam tulisannya berkata bahwa masa depan sastra Indonesia berada di tangan penulis wanita.

Sapardi Djoko Damono


Ucap selamat buat Pak Sapardi yang mudah saya hadam dan kagum puisi-puisinya. Ini novel pula! 

Alangkah bahagianya jika saya salah seorang audien bapak hari ini. 
Salamat Pak! Moga terus mengalir bahasa indahmu. 

"dalam diriku mengalir sungai panjang,
darah namanya;
dalam diriku menggenang telaga darah, 
sukma namanya;
dalam diriku meriak gelombang sukma,
hidup namanya,
dan kerana hidup itu indah,
aku menangis sepuasnya."
- Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni . 


Friday, June 12, 2015

Proposal Dua Novel

Tugas minggu ini dan sudah dipenuhi hari ini:
Memang sukar hendak memenuhi permintaan stesen televisyen yang akhir-akhir ini mahu cerita yang santai, untuk anak remaja muda dan gila-gila... sedangkan kesemua novel saya agak berat. 

Plotnya komplikated dan watak-wataknya agak sarat dengan maiinan perasaan. Tidak mengapa, saya tidak kecil hati jika itulah permintaan dalam pasaran akhir-akhir ini. 

Namun itu bukanlah alasan saya untuk mengubah cara penulisan dan konsep karya saya. Saya tidak akan berganjak dan tidak terikut-ikut dengan kehendak semasa... zamamn itu sudah lama saya tinggalkan.


Saya ingat-ingat lupa jalan cerita dan watak-watak dalam kedua-dua novel ini. 

Sedang memerah ingatan, kena baca semula dan susun dalam format sinopsis penuh untuk memenuhi permintaan produser.

Adusss... ingatan bercampur aduk antara Saliwati, Huzairi, Nahoko, Cik Siti Eyes, Sue/Suraya, abah dan emak...
* Skripnya oleh penulis skirp yang bernama, Ahmad bin Saabun pacman emoticon

Novel kaver asal

Wah... gembiranya saya mendapat tiga keping gambar ini daripada rakan pelukis, Zai Zakaria. Ini adalah novel-novel saya dengan kaver asal - wajah asal. Kebanyakan judul ini yang dalam papsaran adalah kaver yang telah berubah setiap kali proses ulang-cetak dilakukan.



Cover Dendam Masrini yang asal dilukis dengan airbrush oleh pelukis Nawia Kassim. Sangat cantik dan saya suka. Kaver SUITE 1908 yang asal dibuat oleh grafik Alaf 21 dengan hiasan huruf-huruf sahaja. Cetakan selepas itu kaver SUITE 1908 ialah gambar di dalam bilik tidur.



Terima kasih Fai Zakaria yang baru-baru ini telah menghasilkan buku terbarunya terbitan ITBM. Buku ini mengenai kisah penggembaraan Fai Zakaria selama 60 hari ke benua Eropah. Buku ini adalah gabungan lukisan dan sketsa kembaranya.

Hujung minggu ini, galeri dan studionya akan dirasmikan, Tahniah Fai.

Thursday, June 11, 2015

Projek 100 Buku


Pada tarikh ini tahun 2014, Facebook mengingatkan saya mengenai perkara ini:
"What a picture book is; how and why it works; what children look for; why you write picture books?"

Untuk peserta yang akan menghadiri taklimat esok di Karangkraf tolong jawab sendiri soalan ini.  Kalau jawapan anda tidak tahu, kurang faham anda kena ikut bengkel untuk mendalami bidang ini - Yusof Gajah.

Soalan itu membuatkan meeting siang tadi sangat detail. Tengoklah gambar tauke panggung yang tak senang duduk ini smile emoticon Projek #100Buku Bergambar Kanak-Kanak



Sebelum itu, semalamnya saya bertemu dengan Cikpuan Azzah Abdul Rahman dan Tuan Zamri Mohamad untuk berbincang beberapa perkara mengenai pembangunan buku bergambar dan buku bercerita untuk kanak-kanak. Beberapa perbincangan yang menyentuh soal pelantinan sebagai agen atau wakil penulis turut dibincangkan.

Wednesday, June 10, 2015

Seminar di DBP

Kenangan tarikh hari ini pada 2014 seperti yang selalu diingatkan semula oleh Mr Mark Z dari facebook - Ketika ini saya membentangkan kertas kerja saya di Seminar Hak Cipta anjuran Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur.

Ya saya tetap bercakap tentang dunia ilmu dan buku-buku walau dalam apa bentuknya samada fizikal atau buku digital. Semoga dunia ilmu terus berkembang pesat dalam ledakan dunia gajet hari ini.

Dunia sudah berubah, jenis penulisan saya juga sudah banyak berubah... tidak boleh lagi menulis gaya novel-novel saya zaman muda dulu yang saya kata dalam gelak 'zaman jahiliah saya' :v

 (Rupanya dah lama saya tak pakai baju ini, kena cari semula dalam almari.)


 Peluang dan cabaran dalam industri penerbitan buku semakin luas. Saya dan tim telah bangunkan Portal Ilham Grup Buku untuk penulis berkarya. Jangan lepaskan kesempatan ini.

Setiap yang kita catat hari ini akan menjadikan siapa kita hari esok. Menulis berdikit dan perlahan, namun konsisten akan menjadikan kita penulis yang besar di masa depan. Asah bakat anda menulis dan baca novel secara PERCUMA di Portal Ilham. #‎ilhamgrupbuku‬ ‪#‎portalilham‬

Tamat seminar ada diskusi berkenaan taklimat penulisan buku cerita bergambar . Gelombang 100 judul oleh Karangkraf. Pemetaan semula industri buku. Komitmen penerbit, gerakan ilustrator dan jemaah penulis.  

* Saya bersama trainer, penulis dan pembangun beberapa projek penulisan, Cik Puan Azzah Abdul Rahman.di Kafe DBP

Monday, June 8, 2015

Berita Kepada Kawan




Masih lagi dalam mood bersedih dengan kajadian yang berlaku ekoran gegaran demi gegaran yang berterusan di beberapa kawasan di negeri Sabah - di Ranau, Kundasang, dan sekitarnya. Sesunguhnya dunia kian tua... dan lebih diburukkan dengan situasi populasi yang berlaku akhir-akhr ini.

Ebit G.Ade | Berita Kepada Kawan

Perjalanan ini
Terasa sangat menyedihkan
Sayang engkau tak duduk
Di sampingku kawan
Banyak cerita
Yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering bebatuan
Tubuhku terguncang
Dihempas batu jalanan
Hati tergetar menatap kering rerumputan
Perjalanan ini pun
Seperti jadi saksi
Gembala kecil
Menangis sedih
Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika kutanya mengapa
Bapa ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini
Sesampainya di laut
Ku khabarkan semuanya
Kepada karang kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit
Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana
Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan
Bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada
Rumput yang bergoyang

Buya Hamka

Bergambar besama potret Buya Hamka di kediamannya yang kini dijadikan muzium di Danau Maninjau, Bukit Tinggi, Padang, Sumatera.
Mr Mark Z dan facebook mengingatkan saya kenangan hari ini dua tahun lalu, 8 Jun 2013, Melawat ke kediaman Buya Hamka di Danau Maninjau, Bukit Tinggi, Padang, Sumatera. Al-Fatihah untuk rohnya.

Masih ingat cerita dalam Tenggelamnya Kapal Van De Wick, watak Zainudin dan Haryati dan kehidupan percintaan mereka. Mata saya basah. Teringat juga kisah Merantau Ke Deli yang menjadikan kita simpati kepada Poneim.

Boonlert Pratchai

* Wartawan, Hanim Hanani berjumpa romeo, Boonlert Pratchai.

Hari ini mengadap Datuk Abd. Jalil Ali yang selalu ada tapi jarang dapat jumpa atas kesibukan masing-masing. Hari ini membawa jemputan Malam Wartawan Malaysia anjuran bersama Malaysian Press Institute dan Petronas.

Buku kritik beliau kepada golongan isteri selalu menjadi bualan. Beliau menulis dalam usik cubit yang santai tapi menyengat. Antara karya beliau bersama Unit Buku Umum Grup Buku Karangkraf ialah: Asam Pedas Sirap Bandung, Kopi O Tanpa Gula, Cendul Pulut Santan Lebih, Dari Menara KL, Asam Garam, Gula dan Kopi dan lain-lain lagi.

Sejak 1985 saya sudah mula bekerja bersama beliau apabila beliau menjadi salah seorang kolumnis di Akhbar Bacara - Saya ketika itu bertugas sebagai Pengarang BACARIA.

Saturday, June 6, 2015

Hari Pustakawan



Di celah rak buku, PUSTAKAWAN itu mengutip sabar. Dia menyusun kembali ilmu yang berselerak di lantai dan meja. Dia melihat debu berterbangan tanpa arah. Debu itu adalah kemalasan dan dengki... seperti lelaki yang sengaja mematah telunjuk fikir kekasihnya.

* 06.06.Selamat Hari Pustakawan Kebangsaan (yang pertama kali disambut di Malaysia) kepada semua pemegang amanah tugas mulia ini. 

Pray For Sabah

Malim Gunung - Rizuan Kauhinin.
Saya dapat tahu namanya di instagram. Salute!! Dia antara hero gunung yang menyabung nyawa, menghadapi risiko kecederaan dan kematian dalam usaha menyelamat mangsa tragedi gempa bumi di Sabah. 



.
Ketika bermulanya kejadian, Persatuan Malim Gunung di Gunung Kinabalu telah memanggil semua malim yang sedang bercuti untuk tampil secara sukarela membantu kerja-kerja mencari dan menyelamat mangsa-mangsa gegaran yang melanda sekitar Ranau, Kundasang, Lata Raban dan Gunung Kinabalu.


 Inilah antara wajah-wajah malim gunung yang muncul dan tidak dinafikan khidmat mereka yang mahir selok beluk Gunung Kinabalu banyak membantu kerja-kerja menyelamat, mereka dikatakan tidak melalui jalan yang sedia ada tetapi telah melalui jalan lain yang lebih mudah untuk sampai ke puncak gunung.



Setakat ini 14 mayat telah ditemui.
Sehingga 12.30 tengahari 07.06.15 sebanyak 52 gegaran kecil berlaku seperti dilapor oleh pihak MOSTI. Isnin 08.06.15 diisytihar hari berkabung di Sabah dan bendera dinaikkan setengah tiang. .







... dan kenangan mendaki Gunung Fuji (2007) memugar ingatan saya. Alhamdulillah.
#ranau #kundasang #earthquake #pray4sabah#malimgunung 

#fujisan #gunungfuji

Friday, June 5, 2015

Ikhlas Itu Anugerah


Tonton televisyen - The Italian Job - F Gary Gray (2003) yang latar lokasi shooting kebanyakan di Venice, Italy. Selebihnya di Los Angeles. Maka... terkenanglah indahnya jalan-jalan di Venice, kota cinta itu waktu petang dalam renyai hujan, teringat gondola cantik, Rialto Bridge, teksi air, St Murano dan charm heart emoticon

Filem aksi kisah pencuri emas. Plot menarik. Beberapa tahun dulu pernah ditayang, ini ulangan - ada di youtube

Thursday, June 4, 2015

Fokus...!

Moral di sebalik penyiaran printscreen ini ialah: FOKUS. 
Ya. FOKUS. Mohon FOKUS. 
Jika tidak, tambah setahun lagi tiada novel baru!

Wednesday, June 3, 2015

Telanjang!

Hingga suatu masa kita melihat satu persatu perempuan keluar dari rumah dengan telanjang tanpa akal. Yang mereka lindungi adalah wajahnya... supaya jangan pudar oleh masa dan matahari.


Setelah menghidupkan enjin kereta, baru disedari gincunya tertinggal atas meja solek! Dia bertanya kepada cermin sisi - apa lagi yang lupa dibawa?

Al-Fatihah

Menerima berita sedih pagi ini, seorang sahabat rapat kematian bondanya. Bonda ini sangat rapat dengan saya semenjuak saya masih bersekolah rendah, hingga ke sekolah menengah. Saya masuk universiti dengan pengetahuannya... dan terpaksa membatalkan hajat besarnya terhadap saya... maafkan saya mak!

Setelah itu hubungan terputus.
Saya terpaksa membuat jarak atas nasihat emak saya.

Dan setelah sama-sama dipanjat usia, hubungan kami terbina semula namun tidak seerat dulu atas faktor respek sesama kami anak-anak dan menantunya. Bertanya khabar hanya dari jauh... Setelah beberapa bulan sakit, pagi ini jam 4.30 pagi menerima berita kematiannya.


Al Fatihah daripada saya dan keluarga semoga roh semua bonda yang kita sayangi sentiasa dalam sejahtera selalu.
* Pemandangan di lobi Grup Buku Karangkraf.

Tuesday, June 2, 2015

Cedera

Malam tadi terjaga dan terbang ke langit. 
Sebiji bulan telah saya terajang. 
Berjuta-juta bintang berjaya saya sepak. 
Tak pasti bintang dan bulan itu jatuh ke bumi atau tidak... 
Saya tidak cedera!

Monday, June 1, 2015

Sambal Bilis Petai























Sambal Bilis Petai
Mood sungguh teringin!
Bahan-bahannya:
Segenggam cili kering
2 labu bawang besar
5 ulas bawang putih
- Kisar cili, bawang putih dan bawang besar dengan secawan air -
1 labu bawang besar dihiris
2 genggam ikan bilis - direndam - bersih dan toskan
1 peket petai dibelah (takut ada ulat di dalam)
2 keping asam keping
* No belacan sebab saya tak suka belacan wink emoticon .
.
Cara membuatnya:
1. Letak dua senduk besar minyak masak dalam kuali
2. Curah bahan yang dikisar. Masukkan juga ikan bilis dan asam keping
3. Tambah secawan air
4. Hidupkan api dapur. Goreng sampai bilis lembut, sambal pekat, garing dan naik minyak.
4. Letak garam, serbuk perasa dan gula sedikit.
5. Tutup api. Masukkan petai dan bawang besar yang dihiris.
6. Siap smile emoticon .
* Sedap dimakan dengan nasi, roti dan pulut.

Goji Bundy

Anak muda di kanan sekali itu saya mohon datang ke sesi taklimat saya untuk projek baru buku-buku alternatif yang sedang saya gerakkan. Dia tidak banyak masalah. Dia jawab `okay' dan saya sangat senang hati.

Saya melihat dia sebagai ikon kegigihan seorang anak muda untuk masuk dalam dunia penulisan, penerbitan dan penghasilan karya sendiri secara indipenden. Saya rasa saya patut bantu dia! Saya akan bantu dia! Saya akan menjadikan dia seorang yang berjaya dengan bakat yang dia ada.

Kerana penulisan dia bagus, dia patut menulis saja.
Dia tidak perlu susahkan diri memikirkan hal cetak.
Dia jagnan risau hal layout, hal urusan ke pejabat pos
- Semua itu biat pihak penerbit yang uruskan.
Kerja dia ialah menulis dan menulis. Itu sahaja.

InsyaAllah Duan A. Dullah (karya terkininya berjudul; Goji Bundy) akan berjaya.
Saya yakin. Jika selama ini dia boleh hidup sendiri sebagai penulis yang penuh tragis hingga menghasilkan tujuh judul buku indie, saya yakin dia akan lebih berjaya jika semua urusan kos dan cetak ditanggung oleh pihak penerbit.

Tahu-tahu, sampai haulnya dia akan terima cek royalti!


Dah selamat sampai minggu lepas. Tapi busy nau nau... Jadi minggu depan baru boleh pos. Bersabar ya siapa yang pesan. Teavelog Goji Bundy yang superb tulisan @riduanadullah

 * Tengoklah orang jantan ikat reben!

Karya Alternatif


Industri penerbitan memerlukan banyak lagi ledakan dan suntikan idea. Karya yang statik dan kekal terlalu lama dalam sesuatu lingkungan, sukar untuk berubah mengikut arus moden, dunia digital, gajet dan sosial media.
* Perbincangan menarik hari ini untuk satu lagi genre baru bagi Grup Buku Karangkraf. Perkongsian positif daripada anak muda dengan dunia mereka - apa yang mereka mahu baca dan apa yang mereka hendak tulis.
Terima kasih kepada semua yang hadir. Saya ambil maklum semua initpati perbincangan kita. Gambar-gambar dalam album ini saya kongsi daripada status mereka yang hadir.



Membuka emeil pagi ini dan mendapat deretan emel pertanyaan mengenai projek penulisan genre alternatif. Sejak semalam telefon menerima pelbagai mesej pertanyaan. Dan turut mendapat mesej ugutan juga supaya jangan masuk bidang ini yang penuh carut dan maki hamun... Eh!



Saya bersemangat dan tidak mahu dunia penulisan kita statik dengan karya yang itu, itu saja.
Muncul dalam beberapa pertanyaan... haruskah kita mencarut, memaki, membabikan orang dalam karya bentuk baru seperti yang banyak dalam pasaran sekarang?